Kolaborasi FK Unjani dan Pemkot Cimahi Tingkatkan Kesiapan Hadapi Bencana

CIMAHI — Penguatan kesiapan sektor kesehatan dalam menghadapi bencana membutuhkan dua hal yang berjalan beriringan: perencanaan yang jelas dan kemampuan untuk bertindak saat keadaan darurat terjadi. Hal tersebut menjadi fokus kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (FK Unjani), Pemerintah Kota Cimahi, dan BNPB melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan diikuti oleh 129 peserta, terdiri atas 30 peserta Focus Group Discussion (FGD) Strategi Kontingensi Bencana dan 99 peserta pelatihan simulasi gempa bumi serta Bantuan Hidup Dasar (BHD). Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kesiapan sektor kesehatan, mulai dari pemetaan risiko dan kebutuhan hingga latihan menghadapi situasi darurat.

Pada sesi FGD di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi, peserta membahas strategi kontinjensi sektor kesehatan bersama narasumber dari BNPB. Berton Suar Pelita Panjaitan, SKM, MHM, Ph.D., Direktur Peringatan Dini BNPB Indonesia, menyampaikan materi tentang kebijakan dan penyusunan rencana kontinjensi tingkat kabupaten/kota. Materi rencana kontinjensi kesehatan disampaikan oleh Dr. Bagus Tjahjono, dr., M.P.H., Widyaiswara Ahli Utama BNPB. FGD dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Lina Mulyani, M.M.

Diskusi diarahkan pada identifikasi risiko, kapasitas, kebutuhan, pembagian peran, dan koordinasi lintas sektor. Dari proses tersebut, peserta bersama narasumber merumuskan rekomendasi serta rencana tindak lanjut sebagai bahan untuk memperkuat strategi kontinjensi sektor kesehatan Kota Cimahi.

Kesiapan yang dirancang melalui perencanaan kemudian diperkuat melalui kegiatan pelatihan. Sebanyak 99 peserta mengikuti simulasi gempa bumi dan BHD. Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unjani, Dr. Iis Inayati Rakhmat, dr., M.Kes., serta Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Dr. Maria Fitriana, S.Sos., M.M. Sebelum pelatihan, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal.

Materi kesiapsiagaan gempa bumi di fasilitas pelayanan kesehatan disampaikan oleh dr. Glen Glady Prakasa, M.M.B. Peserta kemudian memperoleh materi dan demonstrasi BHD, dilanjutkan dengan praktik langsung melalui skill station. Simulasi evakuasi gempa berbasis skenario juga dilakukan agar peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi yang menyerupai kondisi darurat.

Hasil kegiatan dievaluasi melalui pre-test dan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan serta observasi keterampilan praktik oleh fasilitator. Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam tindakan.

Melalui rangkaian FGD, pelatihan BHD, dan simulasi evakuasi, FK Unjani bersama Pemerintah Kota Cimahi dan BNPB menyatukan aspek perencanaan dan kesiapan praktis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas sektor kesehatan Kota Cimahi dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana. Kolaborasi antara FK Unjani, Pemerintah Kota Cimahi, dan BNPB dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan lembaga kebencanaan untuk meningkatkan kapasitas sektor kesehatan. Bagi institusi pendidikan kedokteran, keterlibatan dalam penguatan kesiapsiagaan bencana juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, FK Unjani berupaya memberikan kontribusi tidak hanya dalam aspek pendidikan dan keilmuan, tetapi juga dalam membangun kapasitas masyarakat dan tenaga kesehatan agar lebih siap menghadapi kondisi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *